ERP Manufaktur dimanfaatkan pabrik ubin untuk mengelola operasional bisnis. Hal ini telah dibuktikan oleh salah satu perusahaan manufaktur konstruksi (Supreme Tiles), yang berlokasi di India. Sebelum bertransformasikan diri ke sistem ERP manufaktur, pabrik tersebut menghadapi tantangan operasional yang kompleks.
Pabrik ubin supreme awalnya hanya bergulat dengan masalah klasik, seperti kesulitan melakukan stock opname karena tidak tahu pasti stok yang tersedia di gudang, kemudian pembuatan laporan keuangan (Accounting) selalu terlambat karena data produksi tidak dapat diakses secara real-time. Namun semua menjadi kompleks ketika permintaan produksi meningkat, sehingga tim management perlu melakukan strategi efisiensi bisnis melalui bantuan sistem atau tools yang relevan. Berangkat case ini mereka menyadari, mereka membutuhkan sistem terpadu.
Tantangan Operasional sebelum Pakai ERP
- Kesulitan stock opname
Sebelum menggunakan ERP, pabrik ubin menghadapi sejumlah tantangan operasional yang berdampak langsung pada efektivitas kerja. Proses stock opname masih dilakukan secara konvensional sehingga sering terjadi selisih data. Pengecekan selisih data juga memakan waktu lama karena proses pengecekan ulang bisa sampai 4 kali. - Terlambat membuat laporan keuangan
Dalam hal ini, pembuatan laporan keuangan sering terlambat karena data transaksi tersebar di berbagai divisi dan harus direkap ulang secara manual. - Kesulitan mengkoordinir Tim Sales
Mereka mengalami kesulitan dalam mengkoordinasikan tim sales, karena data penjualan, target, dan aktivitas sales tidak tercatat secara terpusat. Kegiatan monitoring kinerja dan pengambilan keputusan menjadi kurang optimal.
Benefit setelah Pakai ERP Manufaktur
Setelah memakai ERP manufaktur sebagai sistem operasional keseluruhan bisnis, pergerakan barang tercatat langsung di sistem, sehingga proses stock opname lebih cepat, akurat, dan minim selisih. Karena seluruh transaksi sudah pindah ke dalam satu sistem, pembuatan laporan keuangan dapat dihasilkan tepat waktu, tanpa perlu rekap manual yang memakan waktu.
Dengan beralih ke ERP manufaktur, aktivitas tim sales juga dapat terpantau secara terpusat. Koordinasi menjadi lebih rapi, kinerja lebih terukur, dan peluang penjualan tidak mudah terlewat.
Konsultasi ERP Manufaktur Jakarta
Inilah awal kisah pabrik ubin di India yang bertransformasi menuju sistem ERP Manufaktur. Strategi mengganti atau mengkolaborasikan sistem sering kali terasa berat di awal, padahal setiap upaya yang berkaitan dengan keberlanjutan bisnis adalah bentuk investasi jangka panjang.
Sebagai konsultan ERP, Erasys Consulting telah menjalin kerja sama resmi dengan Frappe Technologies untuk menghadirkan solusi software bisnis yang terjangkau bagi UKM maupun perusahaan menengah.






