Software ERP sudah banyak digunakan untuk mengelola rantai pasok proses distribusi. Proses distribusi alat laboratorium industri dan alat kesehatan (alkes), tidak bisa disamakan dengan proses distribusi barang konsumsi biasa. Hal ini dipengaruhi oleh regulasi ketat akan jaminan keselamatan pengguna dan pasien. Tuntutan jaminan keselamatan ini membuat proses distribusi alat instrumen laboratorium memiliki standar yang jauh lebih banyak dibandingkan logistik barang umum. Regulasi yang mengatur proses distribusi alat laboratorium industri mencakup Izin Edar Produk, SNI ISO/IEC 17025 dan Komite Akreditasi Nasional (KAN).Sementara itu, regulasi yang mengatur distribusi alat laboratorium klinik atau alkes distribusinya wajib menerapkan CDAKB . CDAKB merupakan sertifikasi yang mengatur Cara Distribusi Alat Kesehatan yang Baik. Berikut uraian ringkasan seputar regulasi CDAKB dan SNI dalam proses distribusi alat laboratorium. Simak sampai selesai ya! Salah satu laman artikel Sucofindo memaparkan SNI merupakan sertifikat yang berisi pedoman teknis dari pemerintah Indonesia untuk memastikan proses, kualitas, keamanan, dan kinerja suatu produk terjamin aman dan tidak berbahaya. Keberadaan SNI menjadi sangat penting dalam distribusi alat laboratorium karena beberapa alasan strategis. Salah satunya karena aspek legalitas, memiliki sertifikat SNI (Certificate of Conformity/CoC) dan izin edar (SPPT) merupakan syarat mutlak untuk kelancaran proses kepabeanan dan distribusi. Proses sertifikasi SNI sendiri bersifat kompleks dan melibatkan banyak tahapan, mulai dari persiapan dokumen teknis perusahaan dan produk, pengujian sampel produk di laboratorium terakreditasi, hingga audit sistem manajemen mutu pabrik oleh Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro). ERP dalam proses distribusi alat lab bertugas sebagai pusat data dalam menyimpan dokumentasi teknis produk dan catatan audit mutu. Selain menyimpan catatan audit mutu, ERP dalam distribusi alat lab sudah terpercaya dalam membangun ekosistem logistik yang teratur karena proses produksi dan distribusinya tercatat dengan rapi dalam sistem . Sertifikat SNI juga memiliki masa berlaku terbatas (biasanya 4 hingga 5 tahun) dan memerlukan audit berkala untuk mempertahankan statusnya. Oleh sebab itu, software ERP versi kustom dapat dirancang untuk mengirim reminder kepada tim quality assurance dan distribusi, untuk menjadwalkan kalibrasi ulang alat sebelum habis masa berlaku. CDAKB dalam proses distribusi alat kesehatan mengatur aspek : Selain itu, ERP dapat digunakan untuk mengatur zonasi gudang, status kebersihan, dan jadwal pemeliharaan fasilitas, sehingga kelayakan gudang selalu terdokumentasi dan terjamin. Distributor alkes wajib memiliki prosedur dalam menerima, menyimpan, dan mengirim alat kesehatan tanpa menurunkan mutu. Dan ERP menyediakan fitur pelacakan batch/nomor seri, sebagai dokumentasi pergerakan stok berdasarkan timestamp dan identitas penanggung jawab. Lebih detailnya, ERP dapat mengakomodir proses supplier quality scorecard seperti jadwal audit internal sampai prosedur recall, semuanya terintegrasi dalam satu platform yang auditable. Software ERP dalam distribusi alkes berperan untuk menghasilkan laporan kepatuhan CDAKB berdasarkan data transaksional yang sudah tervalidasi. Contoh laporan yang dapat dihasilkan seperti rekapitulasi distribusi per batch, grafik kepatuhan suhu gudang dan log penanganan produk rusak. ERP versi kustom juga dapat diconnect langsung (via API) ke portal pemerintah untuk submit laporan periodik, yang akan mengurangi beban administrasi. Solusi ERP kini telah menjadi kebutuhan strategis bagi perusahaan yang bergerak di bidang distribusi alat kesehatan dan alat laboratorium. Akan sangat riskan dan tidak efisien jika Anda masih mengelola persyaratan Kemenkes menggunakan spreadsheet atau sistem yang terpisah-pisah. Dengan menerapkan ERP sebagai software manajemen satu pintu, perusahaan Anda dapat memperkuat posisi kompetitif Anda di mata customer dan lebih cepat meraih efisiensi operasional. Implementasi ERP di perusahaan alkes merupakan investasi jangka panjang, sehingga tetap perlu proses untuk transisi. Konsultasi dengan tim teknis kami seputar,SNI dalam Distribusi Alat Laboratorium
CDAKB dalam Distribusi Alkes
1. Kelayakan Fasilitas Gudang
Gudang penyimpanan alat kesehatan harus memenuhi persyaratan tata ruang, kebersihan, suhu, kelembaban, pencahayaan, dan keamanan. ERP dalam proses ini dapat diintegrasikan dengan Internet of Things (IoT) sebagai sensor suhu & kelembaban ruang.2. Manajemen Mutu Rantai Pasok
3. Optimasi Laporan CDAKB
ERP Solusi Patuh Regulasi Kemenkes







