Software ERP farmasi merupakan tools strategis yang mampu memfasilitasi kebutuhan keamanan konsumen dalam bisnis penjualan obat. Regulasi keamanan konsumen pada industri farmasi merujuk pada standar GMP dan berdampingan juga dengan BPOM.
Sebagai standar global, GMP sebenarnya tidak hanya berlaku untuk farmasi, tetapi juga industri makanan, kosmetik, hingga otomotif. Namun, dalam konteks farmasi, standar ini jauh lebih kritikal karena mencakup seluruh siklus hidup produk, mulai dari kualifikasi bahan baku hingga validasi proses akhir.
Dalam konteks bisnis, ERP menjadi solusi bagi perusahaan farmasi untuk memenuhi standar GMP dan BPOM. Standar GMP mencakup keseluruhan proses produksi (kualifikasi bahan baku sampai validasi proses akhir). Apa saja peran ERP dalam perusahaan farmasi?
GMP (Good Manufacturing Practice) dan ERP (Enterprise Resource Planning) adalahi dua pilar penting dalam proses devlop prodak industri farmasi. Jika GMP menjaga kualitas produk, maka ERP bertugas mengintegrasikan seluruh proses pabrik secara sistematis. Sinergi keduanya membuat perusahaan tetap kokoh menghadapi perubahan regulasi BPOM. ERP Farmasi hadir untuk mengintegrasi seluruh operasional ke dalam satu sistem terpadu sehingga manajemen Anda adaptif menghadapi audit mendadak maupun perubahan persyaratan registrasi dari tim pengawas mutu.
Solusi Patuh GMP di perusahaan Farmasi

Kalau GMP adalah aturan permainan, software ERP dalam perusahaan farmasi menjadi lapangan pertandingan yang membuat aturan itu dapat dijalankan secara efisien dan terdokumentasi.
-
Sistem Penomoran Batch dan Lot Otomatis
Salah satu pilar utama GMP adalah keterlacakan (traceability). Berdasarkan standar BPOM, setiap detail produksi harus tercatat dalam Electronic Batch Record. Proses manual sangat berisiko terhadap kesalahan input atau data hilang. ERP hadir mengotomatisasi penomoran batch dari bahan baku hingga produk jadi agar tetap sinkron di lantai produksi. Inilah kunci CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik): memastikan produsen bisa melacak asal-usul setiap butir obat dalam hitungan detik jika terjadi isu kualitas.ERP bertindak sebagai “polisi” di gudang. Sistem akan otomatis mengunci stok yang mendekati masa kedaluwarsa atau stok yang masih dalam status karantina (belum lulus uji lab). Ini adalah langkah preventif agar obat yang tidak layak tidak terdistribusi secara tidak sengaja.
-
Integrasi dengan Manajemen Mutu (Quality Control)
Dalam industri manufaktur farmasi, kepatuhan terhadap GMP (Good Manufacturing Practice) atau CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) adalah harga mati. Dengan mengintegrasikan ERP sebagai fondasi manajemen mutu, Anda dapat mendokumentasikan jadwal kalibrasi alat secara rapi sehingga setiap data uji produk valid di mata auditor BPOM.
-
Kontrol Produk dan Penjualan
Untuk farmasi yang memproduksi obat harian seperti produk multivitamin, ERP menyediakan fitur pelaporan otomatis yang dapat di sync langsung dengan gudang, sehingga jumlah stok di gudang sinkron dengan laporan penjualan. Dalam menangani keluhan atau produk cacat, software ERP dapat otomatis melakukan Batch Recall (penarikan produk) pada batch yang error. Kemudian untuk tracking tim sales, ERP memfasilitasi pencatatan leads project dan pencatatan kegiatan sales. Tak ketinggalan, untuk sisi komersial, ERP juga membekali tim sales fitur pencatatan leads project sehingga aktivitas harian sales terpantau dan terukur.
Software ERP untuk Manufaktur Farmasi
Regulasi GMP bukanlah hambatan jika didukung oleh sistem yang terstruktur. Tanpa kesiapan sistem, proses patuh regulasi seharusnya menjadi tameng dari risiko bisnis. Di era digital, kepatuhan regulasi menjadi nilai kompetitif. Saatnya manajemen manufaktur Anda melangkah lebih modern dengan beralih ke software ERP yang cakap dan andal.






