ERP nirlaba merupakan tools atau pondasi sistem akuntansi organisasi non profit (nirlaba). Organisasi nirlaba biasanya berbentuk lembaga atau yayasan yang di didirikan untuk mengurus kegiatan amal, juga pemeliharaan lingkungan. Karena kegiatan operasional organisasi nirlaba berjalan secara sukarela, maka bukan fokus mereka untuk mencari keuntungan.
Namun, walaupun fokus utama organisasi nirlaba bukan mencari keuntungan seperti organisasi komersial, kredibilitas organisasi nirlaba tetap bertumpu pada kepercayaan publik atau donatur. Kredibilitas yang baik tercermin dari laporan keuangan yang detail. Oleh sebab itu, yayasan atau lembaga nirlaba tidak boleh hanya memproses pembukuan secara konvensional. Organisasi sosial, yayasan maupun lembaga keagamaan sudah diwajibkan agar tertib mengelola keuangan sesuai arahan Ikatan Akuntan Indonesia pada PSAK no 45 yang mengatur Jenis Laporan Keuangan Organisasi Nirlaba.
Melalui artikel ini, kita akan kulik jenis laporan keuangan yang wajib ada dalam organisasi nirlaba, dan cara memaksimalkan ERP secara tepat agar keuangan organisasi terkelola lebih akuntabel.
Ruang Lingkup Akuntansi Nirlaba (PSAK 45)
Di Indonesia praktik akuntansi organisasi non profit mengacu pada PSAK 45 tentang Pelaporan Keuangan Entitas Nirlaba. Standar ini mengatur penyajian laporan keuangan yang mencerminkan karakteristik khusus organisasi nirlaba. Berikut 3 laporan akuntansi yang wajib dipenuhi organisasi nirlaba.
Laporan Arus Kas : Laporan Arus Kas dalam nirlaba atau NGO menyajikan informasi mengenai penerimaan dan pengeluaran kas selama periode tertentu. Bagi mereka laporan arus kas adalah kunci dalam memantau kemampuan organisasi menjaga keberlanjutan operasional secara jangka panjang.
Laporan Aktivitas : Berbeda dengan laporan laba rugi pada perusahaan komersial, laporan aktivitas dalam organisasi nirlaba mencatat perubahan aset neto, seperti donasi, hibah, serta beban program. Laporan aktivitas biasanya digunakan manajemen sebagai bukti transparansi bahwa penggunaan dana tetap sesuai (on track) dengan amanah pemberi dana.
Pencatatan akuntansi melalui ERP nirlaba memungkinkan Anda untuk menandai transaksi berdasarkan jenis dana dan proyeknya, sehingga pelacakan realisasi biaya terhadap dana yang diterima jelas dan terstruktur.
Laporan Posisi Keuangan : Laporan posisi Keuangan dapat dipahami sebagai neraca dalam entitas bisnis. Dari laporan ini manajemen bisa tahu kondisi keuangan organisasi pada tanggal tertentu, termasuk kewajiban yang harus dipenuhi. Laporan posisi keuangan dalam organisasi nirlaba biasanya menyajikan data aset, liabilitas dan aset Neto (dengan dan tanpa pembatasan).
Ringkasan diatas sudah jelas membuktikan bahwa inti dari akuntansi dalam ERP adalah konektivitas. Jika software akuntansi biasa diibaratkan sebagai ‘perahu kecil’, maka ERP adalah lautan luas tempat seluruh kegiatan operasional bertemu. Tidak ada lagi sekat dalam manajemen proyek, mengelola aset, kelola payroll, hingga penjualan merchandise kini saling terhubung secara dalam satu platform.
ERP Akuntansi untuk Organisasi Nirlaba
Pada akhirnya, penerapan software ERP akuntansi bagi organisasi nirlaba bukan sekadar modernisasi sistem, tetapi langkah strategis untuk memperkuat akuntabilitas, dan keberlanjutan program nirlaba. Saat operasional keuangan berjalan rapi, Anda dapat lebih fokus pada misi sosial yang perlu diwujudkan.
Klik disini untuk berdiskusi dengan tim teknis dan mengetahui bagaimana modul akuntansi dalam ERP bekerja.






